Sunday, May 9, 2010

Pagelaran Tari Jaipongan Ajang Pelestarian Budaya Daerah


   Dalam upaya meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap kesenian daerah sehingga terbentuk jiwa generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme dan bangga terhadap potensi daerah dalam mewujudkan pertahanan semesta, LSM Lodaya Karawang telah mengadakan Lomba Tari jaipongan yang diikuti 40 peserta dari Kabupaten Karawang dan Purwakarta, yang berlangsung di out door Gor Panatayudha Karawang (10/12). Kegiatan tersebut bertujuan untuk membina, mengembangkan dan melestarikan kesenian daerah, serta untuk meningkatkan apresiasi dan kreativitas para seniman dan seniwati kabupaten Karawang sekaligus dalam upaya memberikan hiburan yang segar bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Karawang H. Dadang S. Muchtar dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Drs. H. Arifin H. Kertasaputra sangat mendukung, karena

eksistensi seni budaya daerah sebagai sumber kebudayaan nasional yang mengandung nilai kejuangan perlu terus digali, dipelihara dan dibina untuk lebih berperan dalam aktivitas pembangunan yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Daerah.

Bupati optimis dengan adanya even-even seperti ini, memiliki arti penting menumbuhkembangkan tanggung jawab dalam memberikan dan mengarahkan wawasan kebangsaan, sekaligus memperkuat penghayatan dan pengamalan Pancasila yang diinterprestasikan dalam dimensi kehidupan. Bupati menegaskan bahwa perhatian dan hasrat masyarakat khususnya LSM Lodaya karawang telah berperan aktif untuk melestarikan seni tari jaipongan yang merupakan bagian dari khasanah budaya bangsa.

Berkenaan dengan itu, Bupati mengharapkan agar pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Karawang, harus tetap dijaga dan dipelihara kelestariannya. Kepariwisataan perlu ditata secara menyeluruh dan terpadu dengan melibatkan sektor lingkungan hidup dan sektor terkait lainnya yang saling menunjang dan saling menguntungkan, sehingga dapat memupuk masyarakat untuk mencintai seni budaya asli daerah dan menanamkan jiwa, semangat serta nilai-nilai luhur bangsa, yang pada gilirannya dapat menggairahkan dan menyukseskan program nasional yaitu : Tahun Kunjungan Indonesia (Visit Indonesia Year).

Untuk itu, lanjut Bupati, melalui ajang lomba seni tari jaipongan ini, di harapkan dapat melahirkan para seniman/seniwati yang kreatif sekaligus mampu mempromosikan Kabupaten Karawang dalam berbagai event pertunjukan seni tari jaipongan baik ditingkat regional dan nasional maupun di tingkat Internasional. Kesenian daerah merupakan warisan dari nenek moyang kita yang memiliki nilai seni yang cukup tinggi sebagai sarana komunikasi dan perekat pemersatu bangsa, namun saat ini cenderung dilupakan oleh masyarakat terutama oleh generasi muda.

Oleh karena itu, imbuh Bupati, sejalan dengan kemajuan kehidupan masyarakat para pengelola kesenian dan seniman Karawang, dituntut secara kreatif dan profesional untuk dapat menyajikan seni tradisional dalam rangka memperkaya khasanah budaya nasional seperti : tari jaipongan, topeng banjet, calung, reog, dan seni tradisional lainnya yang lebih bermutu dengan tidak menghilangkan jati diri dari akar seni budaya aslinya agar semakin menarik dan digemari oleh seluruh lapisan masyarakat.

Merespon keinginan dari Ketua LSM Lodaya mengenai pembangunan Gedung Kesenian, Sekda menjelaskan bahwa keinginan para seniman dan Pengurus DKK untuk memiliki gedung yang representatif, bahwa sejak tahun 2007 hal itu sudah dipikirkan, tetapi karena ada kendala teknis masih belum terwujud, mudah-mudahan tahun 2009 bisa direalisasikan apabila ada kecocokan harga dengan pemilik GOR Sinema yang akan menjual asetnya di Perumnas Telukjambe.

Sedangkan Drs. Darsono dari Dirjen Kesbang Pol Depdargri dalam sambutannya mengatakan bahwa kerjasama Depdagri dengan Masyarakat, LSM dan Ormas lainnya yang berjalan sejak tahun 2005 ditekankan pada upaya pendidikan politik masyarakat dan wawasan kebangsaan untuk lebih mencintai tanah air. Salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat dalam upaya melestarikan budaya daerah sekaligus menjaga keutuhan bangsa, karena itu semua seni tradisional termasuk jaipongan harus terus dikembangkan dan dilestarikan sebagai kekayaan dan jati diri bangsa.

Sebelumnya Ketua LSM Lodaya Nace Permana, SE dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya daerah sekaligus aset budaya nasional berupa seni tradisinal jaipongan yang memiliki nilai seni yang cukup tinggi dan pencitraan sebagai sarana komunikasi, perekat persatuan dan kesatuan bangsa, agar tetap eksis dizaman modernisasi keseniaan saat ini.

Saat ini, lanjut Nace, seni jaipongan cenderung ditinggalkan oleh generasi muda sehingga pelaku seni jaipongan minim generasi dan tidak menutup kemungkinan apabila tidak ada terobosan dari pemerintah beserta praktisi seni suatu saat hanya tinggal catatan sejarah. Oleh karena itu LSM Lodaya akan terus memberikan pencitraan terhadap seni daerah agar jaipongan bisa mendapat tempat dan sejajar dengan kesenian yang dianggap modern, karena apabila tidak ada yang peduli dan membiarkan jaipongan terkikis zaman tidak menutup kemungkinan nasibnya akan punah dan akan diklaim oelh negara lain seperti seni tradisional Reog Ponorogo yang diklaim oleh Malaysia.

Nace mengajak Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Karawang untuk mencintai seni tradisional sekaligus melestarikannya, terutama dengan mendirikan Gedung yang representatif untuk Dewan Kesenian Karawang agar mudah melakukan berbagai aktifitas seni sekaligus melakukan pembinaan bagi para seniman Karawang.

Anda sedang berada pada artikel tentang Pagelaran Tari Jaipongan Ajang Pelestarian Budaya Daerah dengan url https://parfum-kaskus.blogspot.com/2010/05/pagelaran-tari-jaipongan-ajang.html,Boleh copy paste tapi sertakan Pagelaran Tari Jaipongan Ajang Pelestarian Budaya Daerah sebagai sumbernya.

Post a Comment

CS

Status YM

CopyRight (c) 2012 - Nuel Blog Di Design Ulang Oleh Member Kopizine